
Sin & Punishment: Chikyu no Keishosha (Successor of the Earth) merupakan sebuah rail shooter hasil kembangan Treasure yang rilis untuk N64 pada tahun 2000. Treasure? Apakah nama developer satu ini punya kesan cukup familiar di ingatan gamers klasik? Bagi mereka yang senang memainkan Yu Yu Hakusho dan Gunstar Heroes di Sega MegaDrive, nama tim pengembang game ini tentu sudah tidak terasa asing lagi. Dan setelah rilis game pertama Sin & Punishment hampir satu dekade silam, kini Treasure telah menghidupkan kembali judul tersebut lewat sekuel kali ini.

Sin & Punishment: Star Successor (Successor of the Skies untuk Eropa) melanjutkan kembali kisahnya dengan petualangan Isa Jo dan Achi pada kali ini. Bagi kamu yang pernah memainkan game pertamanya, Isa ini adalah anak dari Saki dan Airan yang merupakan kedua tokoh utama dari game sebelumnya. Seperti halnya game terdahulu yang menampilkan dua orang jagoan, di dalam game ini ia pun tidak hanya akan sendirian. Isa didampingi oleh seorang gadis dipanggil Kachi, yang sebenarnya adalah seorang target yang harus ia lenyapkan. Akan tetapi, kenyataannya ia malah menolong gadis tersebut dan berbalik menyatakan perang dengan organisasinya sendiri, Nebulox.
Gameplay 8
Seperti yang sudah LYR sebutkan di atas, Sin & Punishment: Star Successor merupakan game yang mengusung rail shooter sebagai genre-nya. Namun, tidak mutlak seperti rail shooter yang identik pada umumnya, game ini tergolong lebih berbeda dengan gaya yang cenderung terasa seperti perpaduan antara rail shooter dengan scrolling shooter. Seperti rail shooter biasanya, kamu dipertemukan dengan musuh-musuh yang harus kamu bereskan dalam satu layar. Dengan menghabisi semua musuh yang muncul, maka progress kamu akan berlanjut ke area selanjutnya. Itu untuk bagian rail shooter-nya. Untuk unsur scrolling shooter-nya, kamu juga akan menemukan bagian-bagian stage yang berjalan dengan sendirinya, baik secara vertikal maupun horizontal, dengan karakter yang bisa kamu gerakkan dalam satu layar (tidak seperti rail shooter yang umumnya tidak memperlihatkan karakter pemain di layar). Tidak seperti kebanyakan rail shooter yang gameplay-nya lebih ‘manusiawi’ dengan musuh-musuh yang serangannya ‘nggak kelewat lebay,’ di dalam game ini kamu akan menghadapi musuh yang jumlahnya ampun-ampunan. Belum lagi ditambah dengan padatnya isi layar ketika musuh-musuh tersebut mulai menembakkan serangan-serangan khas game-game scrolling shooter arcade klasik. It’s bullet hell...

Meskipun begitu, bukan berarti kalau serangan-serangan yang diarahkan ke kamu itu mustahil untuk dihindari. Isa dan Kachi disini punya kemampuan hovering yang dapat kamu pergunakan untuk menghindari semua serangan dengan mudah. Tapi tunggu dulu... Inipun juga tidak akan berarti semudah yang kamu bayangkan. Kamu bisa menggerakkan Isa atau Kachi dengan leluasa dalam satu layar dan melakukan manuver penghindaran dengan tombol Z dan C untuk menghindari tembakan. Memang mudah... kalau hanya satu-dua tembakan. Kalau banyaknya hampir satu layar? Itulah yang jadi salah satu tantangan dari game ini. Bagaimana kamu bisa membagi perhatian kamu untuk melakukan penghindaran dengan memanfaatkan sedikit celah sisa pada layar sambil tetap berusaha untuk membereskan musuh-musuh yang ada. Untuk semua itu, Treasure memberikan para pemainnya beberapa pilihan kontrol untuk dipergunakan. Wiimote dan nunchuk untuk kontrol Wii yang konvensional, atau Wii Zapper untuk pengalaman game shooter yang lebih maksimal. Selain itu, Game Cube atau Classic Controller juga bisa kamu pergunakan dalam game ini.

Tantangan pun tidak hanya akan dirasa begitu intense ketika berhadapan dengan musuh-musuh yang jumlahnya mengantri, namun juga pada setiap kali boss fight. Boss yang ada cenderung punya tipikal wujud yang berukuran besar dengan pola serangan yang merepotkan dalam satu layar. Walau sulit, berkat adanya sistem checkpoint, gameplay semacam ini juga jadi tidak akan begitu terasa membuat frustasi. Dan seperti umumnya sebuah game shoot ‘em up, sistem score juga merupakan salah satu fitur dari game ini.
Sebagaimana sebuah game shooter, Sin & Punishment: Star Successor inipun tidak menambahkan di dalamnya fitur-fitur yang membuatnya jadi terkesan rumit. Sederhana dalam mekanisme, namun dengan tetap dibuat menarik untuk dimainkan oleh mereka yang suka dengan gameplay bergaya agak klasik semacam ini.
Graphics 7
Apabila dibandingkan dengan kualitas grafis game pendahulunya, Star Successor memang menampilkan kualitas yang jauh lebih baik. Memang sesuatu yang memuaskan untuk dilihat oleh mereka yang pernah memainkan Successor of the Earth, namun tidak akan begitu terasa memuaskan apabila standar grafis saat ini yang menjadi tolak ukurnya. Cukup berwarna, namun masih menimbulkan nuansa yang kurang hidup dan agak suram. Di samping itu, desain dari kedua karakter seperti boneka yang menjadi tokoh utama di dalam game inipun masih dirasa kurang menarik.
Sound 7
Untuk sound-nya, game ini masih terkesan khas dengan musik-musik beraliran techno yang cukup memberikan kesan seperti sebuah game yang punya gameplay scrolling shooter. Musik background boleh dibilang mendukung, dengan sound effect yang cukup ramai terdengar seperti halnya sebuah game-game sejenis. Salah satu kekurangan ada pada bagian voice over-nya, dimana Isa malah terdengar seperti seseorang yang sudah dewasa. Suara seperti ini untuk karakter berwujud seperti itu, terasa begitu jelas kejanggalannya.
Longevity & Multiplayer 7
Mengingat game ini mengambil beberapa elemen dari scrolling shooter, sepertinya salah satu elemen yang diimplemetasikan ada pada durasi yang tidak begitu panjang untuk diselesaikan. Tujuh stage untuk durasi sekitar lima sampai enam jam. Bagi kamu yang memang menikmati game-game semacam ini, mungkin game ini akan sedikit punya daya tarik untuk dimainkan kembali pada nantinya. Tapi, mengingat bahwa tentunya kamu juga akan punya banyak pilihan game lain untuk dimainkan, rasanya siapa juga yang ingin terus-menerus memainkan game ini?
Selain solo play, kamu pun punya pilihan two-player mode. Sayangnya, fitur ini terasa kurang begitu mendukung karena gameplay yang tidak semaksimal solo play-nya. Sementara kamu bisa menggerakkan karakter kamu dari third-person secara leluasa, teman kamu hanya akan berperan untuk membantu ‘membersihkan’ layar dari musuh-musuh yang ada.
Editor’s Tilt 7
Sin & Punishment: Star Successor adalah sebuah game yang cukup menarik. Gameplay yang unik dan berbeda dari genre sejenis pada umumnya kiranya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kamu yang mengaku sebagai hardcore gamers ataupun bagi mereka yang casual. Rail shooter, tapi kamu bisa menggerakkan karakter secara third-person dan melakukan serangan melee. Tidak juga mutlak sepenuhnya sebagai rail shooter karena adanya hal-hal yang terasa lebih khas ditemukan dalam sebuah scrolling shooter. Gameplay yang sederhana dan tidak kompleks pada dasarnya pun membuat game ini bisa dimainkan oleh semua macam gamers, namun dengan sentuhan elemen yang membuat game ini tetap terasa punya tantangan yang menarik bagi para hardcore. Akan tetapi, seberapa betahkah kamu memainkan game semacam ini, sementara ada game-game lain yang punya daya tarik lebih dibandingkan sebuah shoot ‘em up?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar